Hindari Makanan Penyebab Nyeri Sendi

Sering Nyeri Sendi? Hindari Makanan Penyebab Nyeri Sendi ini Agar Tidak Semakin Parah!

Health – Hai Sahabat Jaco! Peradangan pada sendi yang umumnya lebih dikenal dengan arthritis berhubungan erat dengan pembengkakan sendi, nyeri sendi, dan kekakuan sendi. Penyebab nyeri sendi yang paling sering kamu ketahui mungkin seperti faktor usia, olahraga, aktivitas berat, penyakit, atau kelebihan berat badan. Namun, tahukah kamu bahwa makanan juga dapat menjadi faktor penyebab nyeri sendi?

Meskipun penelitian belum membuktikan dengan sangat yakin bahwa makanan tertentu dapat meningkatkan atau menurunkan nyeri sendi, namun orang yang menderita nyeri sendi sering mengalami ketidakseimbangan gastrointestinal, yang berhubungan dengan peradangan dan alergen. Penting untuk mengetahui kepekaan tubuh terhadap makanan, karena makanan dapat menjadi masalah khusus untuk tubuh jika kamu memiliki masalah pencernaan dan nyeri sendi.

1. Makanan yang Digoreng dan Diproses

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak bisa menghindari makanan yang digoreng seperti keripik, kentang goreng, ayam goreng dan masih banyak lagi. Sementara makanan yang digoreng memiliki bahaya tersendiri bagi kesehatan orang-orang Osteoarthritis. Hal ini karena mengkonsumsi makanan yang digoreng dapat meningkatkan kadar kolesterol tubuh, yang pada gilirannya dapat memperburuk peradangan pada sendi dan menimbulkan rasa sakit untuk orang-orang osteoarthritis.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Mount Sinai, meneliti pencegahan penyakit melalui diet. Dalam studi 2009, mereka menunjukkan bahwa mengurangi jumlah makanan yang digoreng dan diproses dapat mengurangi peradangan dan benar-benar membantu memulihkan pertahanan alami tubuh. Karenanya kurangi jumlah makanan yang digoreng dan diproses untuk dikonsumsi, seperti daging goreng dan makanan beku, lalu masukkan lebih banyak sayuran dan buah-buahan ke dalam makanan kamu yaa, Sahabat Jaco!

2. Makanan yang Diolah dalam Suhu Tinggi

Mengurangi jumlah makanan yang dimasak pada suhu tinggi dalam makanan berpotensi dapat membantu mengurangi kadar AGE (Advanced Glycation End-products) dalam darah. Produk akhir glikasi lanjut (AGE) adalah racun yang muncul ketika makanan dipanaskan, dipanggang, digoreng, atau dipasteurisasi. AGE bisa merusak protein tertentu dalam tubuh dan tubuh mencoba memecah AGE ini dengan menggunakan sitokin yang merupakan pembawa pesan peradangan. Tergantung di mana AGE terjadi ini dapat menyebabkan radang sendi atau bentuk peradangan lainnya.

3. Makanan atau Minuman Bergula

Makanan atau minuman bergula seperti soft drink, teh manis, permen ataupun kue memang manis dan memanjakan lidah. Sayangnya, makanan ini termasuk ke dalam daftar pantangan penderita osteoarthritis untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan gula dapat memicu pelepasan sitokin, yaitu protein kecil yang membawa sinyal peradangan dalam tubuh. Akibatnya, reaksi peradangan akan terjadi dan membuat persendian kamu yang tegang jadi semakin lemah. Selain itu, makanan karbohidrat olahan seperti nasi putih, keripik kentang, roti putih juga dapat memicu nyeri sendi. Makanan ini merangsang produksi oksidan yang bisa meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Meski makanan bergula itu tidak baik, kamu tetap bisa menggunakan pemanis alami sebagai penggantinya, contohnya madu. Namun, penggunaannya tetap harus dibatasi yaa, Sahabat Jaco!

4. Produk Susu

Pada beberapa orang, produk-produk susu dapat berkontribusi terhadap nyeri radang sendi karena jenis protein yang dikandungnya. Protein inilah yang dapat mengiritasi jaringan di sekitar sendi. Jadi, selalu perhatikan bagaimana reaksi tubuh kamu setelah mengonsumsi makanan olahan dari susu. Jika reaksi tidak nyaman muncul setelah memakan produk susu dari hewan atau kambing, ganti dengan susu kedelai atau susu almond yang lebih aman. Kamu juga bisa beralih ke pola makan vegan, yaitu yang tidak mengandung produk hewani sama sekali, namun tetap mendapatkan sebagian besar sumber protein dari sayuran, seperti bayam, selai kacang, tahu, kacang, lentil, dan quinoa.

5. Alkohol dan Tembakau

Penggunaan tembakau dan alkohol dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk beberapa yang dapat mempengaruhi persendian. Perokok beresiko terkena rheumatoid arthritis, sedangkan mereka yang mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gout. Persendian yang sehat membutuhkan diet seimbang, aktivitas fisik dan jumlah istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan sendi. Mulai sekarang kurangi mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok yaa, Sahabat Jaco! Serta tingkatkan kebiasaan makan dengan pilihan sehat, olahraga teratur, dan kualitas tidur yang cukup.

6. Makanan Kaya Garam dan Pengawet

Makanan asin memang membuat kamu ketagihan dan ingin makan lagi dan lagi. Meski enak di lidah, makanan ini mengandung banyak natrium sehingga jadi pantangan makanan untuk penderita osteoarthritis. Kadar natrium yang tinggi menyebabkan sel-sel tubuh menahan air. Akibatnya, pembengkakan pada sendi akan semakin besar dan resiko rusaknya sendi akan semakin meningkat. Untuk itu, kamu bisa menerapkan diet garam pada makanan dan gunakan rempah-rempah sebagai gantinya. Kamu bisa menambahkan lebih banyak bawang putih, paprika, lada, atau perasan jeruk nipis atau lemon pada masakanmu untuk menggantikan rasa yang hilang dari garam.

7. Makanan yang Mengandung Asam Lemak Omega-6

Semua nutrisi akan menyehatkan tubuh jika kadarnya seimbang. Salah satunya asam lemak Omega-6 yang berperan untuk pembentukan sel dan mencegah peradangan. Jika kadarnya berlebihan, alih-alih mencegah peradangan, asam lemak tersebut malah membuat peradangan jadi semakin memburuk. Banyak makanan panggang dan makanan ringan mengandung asam lemak Omega-6 yang tinggi. Biasanya asam lemak ini terdapat pada kuning telur atau daging merah. Untuk itu, ganti makanan yang mengandung asam lemak Omega-6 dengan alternatif Omega-3 yang sehat dan anti-inflamasi, seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, biji rami, dan biji labu.

Joint Care adalah alat terapi lutut untuk membantu mengatasi masalah pada nyeri lutut. Pijatan dan getaran yang dihasilkan berfungsi untuk merelaksasi lutut sehingga mengurangi rasa sakit, kaku dan tegang pada sendi. Sinar Inframerah pada alat dapat melancarkan sistem peredaran darah. Pemakaian secara rutin dapat mencegah terjadinya radang pada sendi, mengurangi resiko penyakit sendi pada lansia dan usia yang lebih muda, serta membantu pemulihan kondisi sendi yang sakit akibat kecelakaan.

Nah, itulah 7 makanan yang sebaiknya kamu hindari agar terhindar dari nyeri sendi. Lebih baik lagi jika kamu mengganti makanan tersebut dengan bahan makanan yang alami dan didukung dengan kebiasaan yang sehat serta istirahat yang cukup. Namun, jika kamu sudah sering mengalami nyeri, kamu bisa mencoba Joint Care untuk mengatasi nyeri sendimu loh.

Share this post