Nyeri Sendi - Kebiasaan-Kebiasaan ini Bisa Menyebabkan Nyeri Sendi Loh

Sering dianggap Sepele, Kebiasaan-Kebiasaan ini Bisa Menyebabkan Nyeri Sendi Loh!

Health – Hai hai Sahabat Jaco! Sebagai orang yang memiliki kesibukan padat, mobilitasmu pasti sangat tinggi. Apalagi kalau harus bolak-balik, naik-turun tangga, pergi ke tempat meeting ataupun bertemu dengan client. Mungkin beberapa kali kamu merasakan sakit atau nyeri di bagian sendi tapi sering kamu sepelekan dan abaikan. Meski dikenal sebagai penyakit yang degeneratif, nyeri sendi tidak bisa dianggap sepele. Sebab efek dari nyeri sendi bisa sangat parah loh, Sahabat Jaco! Selain dapat mengganggu aktivitasmu sehari-hari, nyeri sendi bisa mengakibatkan kelumpuhan jika tidak segera ditangani.

Nyeri sendi sendiri diakibatkan karena adanya cedera yang memengaruhi jaringan ligamen dan tendon sekitar sendi. Umumnya, nyeri sendi menyebabkan rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Tingkat keparahan dan rasa sakit yang ditimbulkan nyeri sendi dapat bervariasi, mulai dari yang ringan sampai yang paling parah. Sebenarnya, tanpa kamu sadari ada kebiasaan-kebiasaan sepele yang dapat menyebabkan nyeri sendi. Apa saja yaa? Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Cedera saat Beraktivitas

Cedera saat Beraktivitas

Nyeri sendi yang paling umum terjadi disebabkan karena cedera saat kamu beraktivitas seperti keseleo dan tegang. Keseleo dan tegang biasanya terjadi ketika kamu jatuh ataupun terluka. Selain mengalami nyeri sendi, kamu mungkin juga mengalami pembengkakan dan kesulitan bergerak. Dalam beberapa kasus, kejang otot dapat terjadi. Kadang-kadang ketika kamu mengalami keseleo atau ketegangan, ligamen menjadi robek. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya nyeri pada sendimu.

2. Olahraga Berlebih

Nyeri Sendi Saat Berlari

Berolahraga memang dapat membangun kekuatan otot dan memelihara kesehatan sendi. Namun, olahraga yang terlalu berat dan dilakukan berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri sendi loh, Sahabat Jaco! Beberapa olahraga pun juga diduga dapat memicu terjadinya nyeri sendi pada bagian tubuh tertentu. Seperti olahraga lari dan basket yang menjadikan lutut sebagai tumpuan saat melompat. Pada kedua jenis olahraga ini, resiko untuk mengalami nyeri sendi pada bagian lutut dan pergelangan kaki cenderung lebih besar.

3. Kelebihan Berat Badan

Nyeri Sendi Karena Kelebihan Berat Badan

Penyebab satu ini mungkin tidak kamu sadari, tetapi kelebihan berat badan bisa menjadi penyebab nyeri sendi loh. Hal ini disebabkan karena sendi pada lutut yang bertugas menahan atau menopang bobot tubuh kita mengalami kelebihan tekanan dibanding dengan kapasitas kemampuan. Akibatnya, terjadi tekanan berlebihan pada lutut dan aus karena penggunaan terus menerus. Menurut penelitian, dua dari tiga orang dewasa yang menderita obesitas lebih mudah mengalami nyeri sendi, hal ini terjadi ketika keadaan tulang rawan pada sendi lutut mulai memburuk. Selain itu dengan penambahan berat badan akan memperburuk artritis yang sebelumnya sudah diderita.

4. Faktor Usia

Neri Sendi Karena Faktor Usia

Ternyata ketika kamu mencapai usia 35 tahun ke atas sendi-sendi menjadi lebih kaku. Cairan pelumas alami pada persendian pun berkurang sehingga tulang rawan (cartilage) yang menjadi bantalan pergerakan sendi menjadi lebih kering. Akibatnya tulang rawan sendi tidak lagi elastis, menipis dan bergesekan sehingga terjadi osteoarthritis, yaitu pengapuran atau radang sendi menjadi lebih besar.

5. Menderita Penyakit Tertentu

Menderita Penyakit Tertentu

Selanjutnya, beberapa kondisi penyakit memungkinkan menyebabkan rasa nyeri pada sendi. Misalnya saja penyakit Osteoartritis, penyakit ini terjadi ketika tulang rawan mengalami kerusakan, sehingga bantalan antar tulang menipis dan menyebabkan pembengkakan, bahkan sakit. Adapun beberapa penyakit lain yang menyebabkan terjadinya nyeri sendi yang patut kamu waspadai adalah osteoporosis, rematik, lupus, asam urat dan radang lutut.

6. Gender

Nyeri sendi pada wanita

Rasa nyeri pada sendi lebih rentan menyerang wanita dibandingkan dengan pria sebab gangguan ini erat kaitannya dengan masalah hormonal. Wanita memiliki hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi menjaga kekenyalan, otot dan ligamen. Pada wanita yang sudah mengalami menopause biasanya terjadi ketidakseimbangan hormon, pengeroposan tulang dan ligamen kendur sehingga memungkinkan lebih rentan terkena nyeri sendi.

7. Infeksi pada sendi

Infeksi pada sendi

Infeksi pada sendi adalah kondisi yang terjadi saat bakteri atau jamur hinggap di sendi akibat cedera atau operasi. Bakteri atau jamur bisa menyebar dari daerah lain ke sendi tubuh. Terkadang bakteri hanya menginfeksi persendian tanpa mengganggu area lain dari tubuh. Pada radang sendi, kuman menyusup ke sendi dan menyebabkan nyeri parah disertai pembengkakan. Biasanya kuman menyerang hanya satu sendi. Bakteri paling sering menyerang lutut, meski persendian lainnya mungkin juga terpengaruh, termasuk pinggul, pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan, dan bahu.

Saat mengalami nyeri sendi, kamu bisa melakukan tindakan yang dikenal sebagai RICE atau Rest, Ice, Compression, Elevation. Maksudnya adalah lakukan istirahat terlebih dahulu untuk memberi waktu pemulihan terhadap sendi, selanjutnya kamu bisa menggunakan es yang dibungkus dengan kain lembut untuk kemudian melakukan kompres pada sendi, terakhir kamu bisa tempatkan bagian yang mengalami nyeri sendi lebih tinggi daripada tubuh, bisa dengan mengganjal bantal pada kaki atau lutut.

Selain tindakan sederhana tersebut, kamu bisa juga menggunakan Joint Care sebagai pereda nyeri sendi. Joint Care adalah alat terapi lutut untuk membantu mengatasi masalah pada nyeri lutut. Pijatan dan getaran yang dihasilkan berfungsi untuk merelaksasi lutut sehingga mengurangi rasa sakit, kaku dan tegang pada sendi. Sinar Inframerah pada alat dapat melancarkan sistem peredaran darah. Pemakaian secara rutin dapat mencegah terjadinya radang pada sendi, mengurangi resiko penyakit sendi pada lansia dan usia yang lebih muda, serta membantu pemulihan kondisi sendi yang sakit akibat kecelakaan.

Share this post