Amankah Mengonsumsi Obat Pelangsing Perut

Amankah Mengonsumsi Obat Pelangsing Perut? Yuk Simak Ulasan Berikut!

Halo Sahabat Jaco! Memiliki badan yang langsing dan perut yang ramping nampaknya merupakan goals setiap wanita yaa? Beberapa wanita melakukan diet ataupun olahraga, tetapi ada juga nih yang menggunakan obat pelangsing perut agar secara cepat dan instan mendapatkan tubuh yang ideal. Sebenarnya, amankah mengonsumsi obat pelangsing bagi kesehatan?

Sudah bukan rahasia lagi kalau obat pelangsing banyak dipilih untuk merampingkan perut yang terlihat membuncit. Hal ini dikarenakan maraknya penjualan obat pelangsing di pasaran membuat obat pelangsing mudah dicari dan dikonsumsi. Seringnya, kita kurang memerhatikan keamanan dan kesehatan bahan yang terkandung dalam obat pelangsing nih. Untuk itu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengetahui bahwa produk tersebut terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kemudian, cek kembali kandungan bahan yang ada dalam obat pelangsing yang kamu konsumsi. Berikut beberapa kandungan yang sering terdapat dalam obat pelangsing:

1. Orlistat

Orlistat

Orlistat atau yang juga sering dikenal dengan xenical merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk obat pelangsing. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi kadar lemak yang diserap tubuh. Meskipun cukup efektif menurunkan berat badan, orlistat juga memiki sejumlah efek samping seperti menimbulkan sakit kepala, kram pada perut bagian bawah, dan sering buang air besar.

2. Phentermine

Phentermine

Obat pelangsing yang mengandung phentermine biasanya bekerja dengan cara menurunkan nafsu makan. Alhasil, orang yang mengonsumsinya cenderung tidak banyak makan dan hal ini diyakini bisa membantu menurunkan berat badan. Hanya saja, jenis obat yang satu ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti diare, konstipasi, muntah, insomnia, nyeri dada hingga sulit bernapas. Jenis obat yang satu ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui serta orang yang memiliki riwayat stroke dan tekanan darah tinggi.

3. Qsymia

Qsymia

Kandungan ini merupakan kombinasi dari phentermine dan topiramate. Obat pelangsing yang mengandung qsymia juga bekerja dengan cara mengurangi nafsu makan. Jenis obat yang satu ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Meskipun setelah mengonsumsi obat tersebut tubuhmu terlihat sedikit lebih mengecil, tetapi sebaiknya kamu lebih waspada dan hati-hati, karena sebagian besar obat pelangsing bekerja dengan membantu melancarkan buang air besar. Obat pelangsing bekerja mirip seperti obat pencahar dengan membersihkan kotoran yang terdapat di dalam usus, berperan merangsang kontraksi usus besar sehingga buang air besar menjadi lebih lancar.

Setelah kamu mengetahui kandungan yang ada di dalam obat pelangsing dan bagaimana cara obat pelangsing bekerja, kamu tentu harus lebih cermat dan teliti lagi sebelum mengonsumsi obat pelangsing perut. Periksalah kandungan yang tertera pada kemasan obat dan pahami efek samping yang ditimbulkan, terutama jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu. Lalu, jangan terlalu mempercayai produk pelangsing yang menjanjikan berat badan turun drastis dalam waktu singkat. Akan lebih baik jika kamu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat pelangsing.

Jika kamu sudah yakin ingin mengonsumsi obat pelangsing, belilah obat pelangsing alami yang sudah terbukti keamanannya dan terdaftar di BPOM, seperti Teh Herbal Daduzi. Obat pelangsing perut umumnya hanya boleh dikonsumsi dalam jangka waktu yang terbatas. Manfaat dan efek dari obat tersebut tidak akan berlangsung dalam jangka panjang jika tidak disertai dengan gaya hidup sehat dan olahraga yang teratur. So, yang terpenting adalah kesehatan tubuhmu yaa, Sahabat Jaco!

Share this post